7 Fakta Singkat Tentang Band Float: Ganti Formasi Sampai Delapan Kali

Share

“Asik bener ini musik indie-nya ya” , “Wah musik indie, lagi kekinian banget tuh”. Wait wait, sebelumnya kalian tahu nggak sih musik indie tuh sebenarnya apa? Soalnya masih aja banyak yang nanya, kok “musik Indie lagunya aneh ya?”,  kok musik Indie lagunya

‘Indie’ sendiri diambil dari kata independent, ya yang artinya sendiri, merdeka, bebas. Nope, indie bukan salah satu aliran musik seperti pop, jazz, or even dangdut ya. Indie ini adalah sebuah gerakan musik, jadi para musisi ini nggak bergabung ke satu label tertentu, ataupun masuk ke label besar yang sering disebut major label (SepertI Sony Music, Aquarius, Warner, dll).

Musisi indie itu memproduksi serta memasarkan musik mereka sendiri. Musisi Indie pun kebanyakan bereksperimen dengan musiknya sendiri sesuai dengan ‘Feeling’ /‘Sense’ yang mereka suka, karena gak ada tuntutan dari label yang harus mengikuti pasar.

Bicara soal musisi indie tanah air, ada banyak yang bisa disebut. Mulai dari yang sudah ada dan berkarya sejak beberapa belas tahun lalu seperti Mocca, atau yang semakin terdengar seperti Payung Teduh dengan lagu teranyarnya – Akad *yang baru juga kehilangan vokalisnya, hiks*.

Di samping mereka, ada satu band indie yang kali ini Mousaik mau kasih faktanya. Pernah dengan
band Float kan? Kalau belum, nih cek dulu lagu mereka.

Float – 3 Hari Untuk Selamanya

Float pertama kali ‘menelurkan’ karyanya secara resmi pada tahun 2004. Wah, berarti sudah tiga
belas tahun yes berkarya. Here are seven facts about them, check these out!

1. Personel awalnya, Hotma “Meng” Roni Simamora dan Windra “Bontel” Benyamin memiliki
band masing-masing sebelum akhirnya memutuskan untuk hengkang dan mengerjakan cikal
bakal Float.

2. Tahun 2003, pertama kali Meng dan Bontel merekam guide track dengan vokal dan gitar. Tahun 2004, mereka mengajak Raymond “Remon” Agus Saputra buat gabung untuk posisi bass. Saat itu, mereka belum memiliki nama yang mewakili mereka bertiga. Semacam berkarya tanpa nama gitu deh.

3. Formasi personel Float berubah sampai delapan kali sebelum tetap dengan formasi berempat sekarang, lho. Dari keluar-masuknya  Remon dan Bontel, lalu beberapa nama yang lalu-lalang mengisi formasi Float. Dari Timur Segara (drum) yang masuk di tahun 2007. Bergabungnya Leo Christian (bass), David Qlintang (gitar elektrik) dan Iyas Pras (keyboard) di tahun 2011. 

Uchra (drum/perkusi, A.Y.A), dan Bharata Eli Gulö (perkusi) yang bergabung di tahun 2013. Arman Chaniago (perkusi) juga sempat bergabung di tahun 2014. Karena mengalami sakit, Remon mengundurkan diri dari segala aktifitas di Float yang Posisinya digantikan Binsar Tobing.

Sebanyak itulah terjadinya perombakan sana-sini ada yang keluar dan ada yang digantikan Hingga akhirnya sekarang, band ini digawangi oleh Meng (vokal, penulis lagu, gitar), Timur Segara (drum), David Qlintang (gitar), dan Binsar Tobing (bass).

A post shared by Float (@float_project) on


4. Perubahan personel, sentuhan berbagai ‘kolaborator’ membuat genre musik mereka perpaduan antara pop, rock, blues, dan jazz.

5. Reward pertama mereka diberikan oleh sebuah radio swasta, Prambors, untuk karya “Out of the Box”. Disusul berbagai penghargaan lainnya selama mereka berkarya, seperti Abhinaya Trophy untuk Soundtrack Terbaik di ajang Jakarta Film Festival dan “Best Theme Song” di ajang penganugerahan MTV Indonesian Movie Awards. Siapa bilang musisi yang bernaung di bawah produksi sendiri alias Indie tidak bisa berprestasi?

Baca Juga: Bikin Terharu, RAN Dan Yura Yunita Mengajak Keluarga Yang Sedang “Melawan Dunia”

6. Proyek pertama mereka adalah soundtrack film yang diproduseri Mira Lesmana, ‘Tiga Hari
untuk Selamanya’. Setelahnya, lagu-lagu mereka juga menjadi soundtrack kampanye ‘Wonderful Indonesia’ dan lagu tema promosi film seri ‘Heroes’ (Season 2) yang diproduksi Satellite Television for the Asian Region (STAR), sebuah televisi satelit berbayar yang berbasis di Hong Kong *applause*.

7. Float juga punya proyek tahunan loh yang dinamai Float2Nature, sebuah proyek kolaborasi tim
manajemen bersama sekelompok pendukung dengan background beragam, yang memadukan tiga elemen utama, yaitu musik, perjalanan, dan alam. Jadi floatspot (tempat Float bermain), dipindah ke alam agar bisa dinikmati keindahannya.

Kebayang nggak, musik adem-nya Float, ditambah adem-nya alam? Haduuh, sejuk pisan euy! Pasti nggak bakal dilewatin sama floatmates yang ada ya! Nih sebagai penutupnya, Mousaik kasih lagu Sementara yang direkam live saat berlangsungnya acara Float2Nature.

Penulis: Irene Gianov

Mau terus Update perkembangan Musik Indonesia terkini?

Yuk, Gabung ke Komunitas Mousaik! Daftarkan diri kamu dibawah ini.
Jangan lupa juga untuk ikuti Mousaik di Media Sosial untuk mengikuti terus perkembangan musik Di Indonesia! 
Facebook   :  facebook.com/mousaik.id/
Instagram :  instagram.com/mousaik/
Youtube    :  youtube.com/Mousaik
Line            : @Mousaik
Share