AriReda, Sesepuhnya Duo Indie Indonesia Sejak Tahun 1982! Bagaimana Mereka Survive?

Share

AriReda, Sesepuhnya Duo Indie Indonesia Sejak Tahun 1982!

Bubarnya Banda Neira di tahun 2016 pastinya masih buat kita sebagai penggemar karya-karyanya Banda Neira, merasa sedikit sedih setiap kali lagu mereka dimainkan. berjayanya Banda Neira pun membuat duo keren lainnya muncul, seperti Figura Renata, ada MarchoMarce, ada juga Garamerica, tapi jangan lupa ada juga AriReda! Belum tahu siapa itu AriReda? Nah, kali ini Mousaik mau bahas tentang mereka!

Sama seperti duo lainnya, AriReda beranggotakan dua orang, Ari Malibu, dan Reda Gaudiamo, sama seperti Banda Neira, setiap penampilan duo ini pun ditemani dengan petikan gitar yang dimainkan oleh Ari Malibu. Kalau beberapa duo yang kita kenal sekarang-sekarang ini lahir setelah tahun 2000-an, Duo Ari dan Reda ini mungkin bisa kita sebut jadi sesepuhnya duo indie Indonesia, karena mereka memulai berkarya dari tahun 1982!

Di dalam website resmi mereka, lagu pertama yang mereka nyanyikan sebagai duo, adalah lagu berjudul Fly Away yang dipopulerkan oleh John Denver! Di dalam blog mereka pun Reda menceritakan bahwa keduanya dipertemukan oleh Pepeng! Yang mengetahui kemampuan Reda untuk bernyanyi, dan akhirnya menjadikan Ari dan Reda menjadikan lagu Fly Away sebagai lagu pertama yang mereka tampilkan bersama.

Baca Juga:

Setelah itu, kembali dilansir dari website resmi mereka, di tahun 1987 lah Ari dan Reda menjadi AriReda yang sesungguhnya dan telibat dalam proyek apresiasi seni yang dibuat oleh Sapardi Djoko Damono dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Fuad Hassan, yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat Indonesia yang awam untuk menikmati puisi lewat lagu, sejak saat itu pun AriReda mulai sering melagukan sajak-sajak penyair Indonesia.

AriReda – Aku Ingin

Salah satu lagu garapan musikalisasi puisi mereka adalah lagu dengan judul “Aku Ingin” yang dilagukan dari puisi karya Sapardi Djoko Damono, yang sampai sekarang masih sering dibawakan oleh mereka setiap mereka tampil.

Album pertama AriReda pun munculnya terbilang sangat lama, tepatnya di tahun 2007. Dengan judul “Becoming Dew”, yang diambil dari baris terakhir puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Don’t Tell Me” yang merupakan terjemahan oleh John H. McGlynn dari puisi Sapardi yang berjudul “Jangan Ceritakan”.

Baca Juga: Ternyata 13 Lagu Ini Aslinya Dari Puisi, Lho! 

Mengambil judul dari kutipan puisi Sapardi Djoko Damono, lagu-lagu dalam album ini pun merupakan 11 puisi Sapardi yang dilagukan oleh AriReda, dari mulai “Akulah Si Telaga”, “Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate, San Fransisco”, “Lima Sajak Empat Seuntai”, “Pada Suatu Hari Nanti”, “Ketika Kau Tak Ada”, “Sonnet: X”, “Pada Suatu Pagi Hari”, “Metamorfosis”, “Ketika Berhenti Di Sini”, “Aku Ingin”, dan “Hujan Bulan Juni”.

AriReda – Hujan Di Bulan Juni

Setelah itu, dilansir dari Djarum Coklat, di akhir tahun 2015 AriReda pun kembali merilis album, kali ini dengan judul “AriReda Menyanyikan Puisi”, di album ini Ari dan Reda juga masih melagukan puisi, kalau di album sebelumnya hanya puisi-puisi karya Sapardi, kali ini puisi yang dilagukan datang dari sembilan penyair tenama Indonesia, seperti Abdul Hadi WM, Goenawan Mohammad, Mozasa, Toto Sudaorto Bachtiar, dan tentunya tetap ada puisi karya Sapardi Djoko Damono.

Kupu-Kupu – Mozasa

Baca Juga:

Engkau Menunggu Kemarau – Abdul Hadi WM

Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi – Goenawan Mohammad

Album ini juga bisa kita dengar melalui Spotify!

Selain bersama Ari, Reda pun sempat bernyanyi dengan nama Dua Ibu yang juga melagukan puisi, salah satu lagunya adalah “Aku Ingin” yang juga dibawakannya oleh Ari Reda.

Dua Ibu – Aku Ingin

Sampai sekarang AriReda masih aktif bernyanyi bersama, terlihat dari kegiatan mereka di Instagram. Total terdapat empat album ‘Musikalisasi Puisi,’ mereka telah menerbitkan: Becoming Dew, Gadis Kecil, Menyanyikan Puisi, dan terakhir “Suara dari Jauh”.

Tapi untuk perjalanan selama kurang lebih 30 tahun, sebenarnya bisa dibilang produktivitasnya tidak terlalu tinggi. Bisa dimaklumi, karena pendengar mereka pun cukup khusus. Mungkin bagi hanya pecinta-pecinta puisi dan musikalisasi puisi, ataupun pecinta lagu-lagu indie yang lebih suka mendengarkan folk. 

Tapi dari situlah, mereka tetap ada, karena walaupun telah berbeda generasi tetap saja ada penonton baru yang menyukai karya-karyanya mereka. Anak-anak muda yang memiliki kecintaan terhadap puisi contohnya, mereka kemungkinan besar akan suka dengan karya-karya musikalisasi puisi AriReda.

Semoga karya melagukan puisi oleh AriReda bisa terus berjaya di dunia seni Indonesia, sehingga puisi bisa dinikmati lewat banyak macam bentuk!

By Analuna Manullang

Mau terus Update perkembangan Musik Indonesia terkini?

Yuk, Gabung ke Komunitas Mousaik! Daftarkan diri kamu dibawah ini.
Jangan lupa juga untuk ikuti Mousaik di Media Sosial untuk mengikuti terus perkembangan musik Di Indonesia! 
Facebook   :  facebook.com/mousaik.id/
Instagram :  instagram.com/mousaik/
Youtube    :  youtube.com/Mousaik
Line            : @Mousaik

Music Video:

Share