Fabian Winandi: Cerita dan Canda di Balik Video Penuh Lara “We Are Family”

Share

Folk-Pop Dibalut Gitar Akustik Jadi "Senjata Utama" Fabian Winandi Merilis Album "Surat"

Fabian Winandi, penyanyi asal Bandung yang terkenal dengan kemahirannya bernyanyi, bermain gitar, serta memainkan loop station di kakinya, kembali ke ruang dengar para penggemarnya dengan merilis album berjudul “Surat” pada Februari 2017 lalu.

Setelah menjalankan serangkaian promosi dan menuai sukses, Fabian akhirnya merilis video klip untuk salah satu lagu dalam album tersebut, lagu yang berjudul “We Are Family”. Video klip untuk lagu yang berkisah tentang keluarga ini baru saja dirilis pada 23 Februari kemarin.

Penasaran dengan kisah dan cerita-cerita milik Fabian dalam penggarapan serta hal-hal berkaitan dengan “We Are Family”, Mousaik berkesempatan untuk menghubungi sang penyanyi dan melakukan interview singkat via sambungan telepon.

Halo Kak, kalau boleh tau lagu dan video klip “We Are Family” itu terinspirasi dari mana sih?

Kalau untuk lagunya sendiri sih terinspirasi dari keluarga saya sendiri; ibu, adik, ayah, sepupu saya yang sangat support saya bermain musik, walaupun pada awalnya mereka enggak setuju. Tapi mereka lama-lama mendukung dan kemudian menjadi inspirasi saya untuk menciptakan lagu ini.

Kalau untuk video klipnya sendiri, saya awalnya ingin mencoba sesuatu yang baru, jadi video klip ini merupakan kerja sama dengan sebuah freelance dan workshop studio; workshop studio ini bikin ceritanya, dan freelance studio ini menggarap film pendek serta konsep videonya, yang kemudian disesuaikan dengan lagu “We Are Family”.

Kenapa enggak menggunakan keluarga Fabian sendiri sebagai aktor dalam video klip ini?

Sebenarnya sempat ada diskusi untuk itu, tapi sepertinya keluarga saya agak kaku di depan kamera, jadi untuk menghadirkan dan menyampaikan ceritanya perlu orang-orang yang lebih profesional.

Untuk proses pembuatan video klip ini sendiri memakan waktu berapa lama?

Untuk rencana pembuatannya sebenarnya sudah dari Desember 2017, tapi sempat ada beberapa halangan karena tim sedang sibuk dan saya pun sedang tampil dari panggung ke panggung, bahkan hingga sekarang. Namun setelah kami bersama-sama meluangkan waktu, video klip yang semula ditargetkan selesai dalam dua minggu malah akhirnya selesai lebih cepat. Pada prosesnya pun kami semua happy, dan bahkan kami (tim) malah jadi seperti keluarga dan masih sering ngumpul.

Nah, kalau ditanya tentang bagian favorit Kak Fabian dari video klip “We Are Family” ini sendiri di kira-kira tuh di scene yang mana?

Kalau saya pribadi, paling suka di bagian tengah ketika momen memasukkan kaset untuk mendengarkan suara sang ayah karena saya sendiri masih suka mendengarkan kaset (tape) di rumah. Baru kali ini juga saya membuat sebuah video klip yang dipotong di tengah lagu dan menampilkan sebuah narasi. Kalau video klip biasa lainnya kan memang full lagu dari awal sampai akhir, kalau di “We Are Family” ini ada sebuah narasi di tengahnya. Itu yang menarik buat saya.

Fabian Winandi

Selain “Surat”, kenapa baru “We Are Family” yang dibuatkan video klip? Apakah ada rencana untuk menggarap video klip untuk semua lagu dalam album ini?

Rencana awalnya memang semuanya ingin dibuatkan video klip, tapi “We Are Family” ini jadi yang pertama karena memang tema keluarga itu menurut saya bisa relate dengan banyak orang. Di sisi lain, proses saya bermusik juga awalnya dari keluarga, saya banyak dibantu mereka sehingga saya menyadari bahwa ini adalah saatnya saya berterima kasih pada keluarga saya.

Selain keluarga ini, juga ‘keluarga’ baru saya dalam bermusik. Selama bermusik saya merasa ‘kok orang-orang pada baik, sih, pada bantuin’, sehingga menurut saya ini saat yang tepat untuk merilis video klip untuk lagu ini.

Ada cerita-cerita lucu enggak sih di balik penggarapan video klip ini?

Yang lucu adalah, video ini dikonsep seperti drama Jepang yang membuat kita ‘nangis-nangis-enggak’ gitu karena terharu. Tapi pada kenyataannya, di lapangan kami semua malah saling bercanda dan sangat happy dalam pembuatannya.

Setelah dirilis, teman-teman saya, rekan-rekan musisi lain, bahkan manajer dan teman-teman manajer saya bilang ‘sedih banget videonya’ bahkan ada yang jadi kangen pengen ketemu mama. Lucu aja, padahal kami kira enggak bakal sesedih itu video klipnya karena kami pun mengerjakannya dengan sangat happy.

Pertanyaan Pamungkas nih kak, apa satu kata untuk video klip dan lagu “We Are Family” menurut kak Fabian?

“Embracing”!! atau dalam bahasa Indonesianya mungkin pelukan hangat, dalam hal ini yang diberikan oleh keluarga. 😀

Nah itulah tadi pembahasan panjang mengenai rilisan video terbaru milik Fabian Winandi. penyanyi kelahiran 1991 ini juga menyebutkan cita-citanya untuk menggelar tur dan menyambangi kota-kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bali, mengingat aktivitasnya selama ini hanya ada di sekitar Jakarta dan Bandung.

Ke depannya Fabian masih akan mempromosikan “We Are Family” sambil menggarap video-video baru untuk lagu-lagunya. Untuk para penggemar, mari terus mendukung karya-karyanya untuk kesuksesan Fabian dan siap-siap dikejutkan dengan karya-karyanya selanjutnya ya!

Listen Fabian Winandi – We Are Family On Spotify

Listen Fabian Winandi – We Are Family On iTunes

Listen Fabian Winandi – We Are Family On Deezer

Listen Fabian Winandi – We Are Family On Deezer

Baca Juga: Ternyata Gini Nih Tips Cover Lagu di Instagram Dari Para Creator!

Ternyata Gini Nih Tips Cover Lagu di Instagram Dari Para Creator!

Mau terus Update perkembangan Musik Indonesia terkini?

Yuk, Gabung ke Komunitas Mousaik! Daftarkan diri kamu dibawah ini.
Jangan lupa juga untuk ikuti Mousaik di Media Sosial untuk mengikuti terus perkembangan musik Di Indonesia! 
Facebook   :  facebook.com/mousaik.id/
Instagram :  instagram.com/mousaik/
Youtube    :  youtube.com/Mousaik
Line            : @Mousaik

Music Video:

Share