Jazz Gunung, Ketika Menikmati Alunan Jazz di Bromo pada suhu 10 Derajat Celcius!

Share

Dengan berslogan “Pesta Merdeka di Puncak Jazz Raya” Jazz gunung kali ini berdekatan dengan Perayaan Dirgahayu Republik Indonesia. Acara ini telah diselenggarakan pada tanggal 19-20 agustus lalu. Jazz Gunung telah diadakan selama 8 kali (Termasuk di tahun 2016 ini) bertempat di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan latar belakang keindahan pegunungan Bromo Tengger Semeru.

Seperti yang dilansir di laman facebook jazz gunung, Konser ini di hadiri oleh musisi ternama dari Fusion Jazz Community, Sambasunda, Ian SciIan Scionti Trio,  Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Project ft. Bonita & Ricad Hutapea, Dwiki Dharmawan Jazz Connection, Ermy Kullit, , Rompok Bolong, Peni Candra Rini, Nial Djuliarso Trio ft. Arief Setiadi, Shadow Puppets,Shaggydog hingga The Groove.

suasana persiapan di siang hari  Jazz Gunung

Tidak hanya menggelar konser, ternyata penyelenggara Jazz Gunung berkolaborasi dengan Sahabat Bromo yaitu sebuah forum bagi rekan-rekan yang peduli dengan keberlangsungan Kawasan Gunung Bromo. Mereka bekerjasama membersihkan puing-puing yang ada di sekitar Kawasan Bromo.

 

Beberapa kekaguman penonton yang menikmati Jazz Gunung!

“kagum dan semangat ngalahin dinginnya gunung Bromo” tutur @mamalio9 bermesraan sambil menikmati konser itu.

“these are the smiley faces before the 10*C wind blown that night” kata @krystleray, waah bisa kamu bayangkan dan rasakan gak udara 10*C dimalam hari!!

“Dingin-Dingin Merdu” caption yang singkat padat dan jelas dari @adimurdani menggambarkan kemeriahan acaranya!

#jazzgunung2016 dingin dingin merdu. #jazzgunung #jg2016 #javabanana #bromo

A photo posted by Adi Murdani (@adimurdani) on

“Tetiba teringat dengan sebuah grup musik beraliran shoegaze, Sigur Ros. Jika di Islandia sana mereka menyajikan pertunjukan musik bernuansa natura yang dibalut dalam ‘Heima’, kalau di Jawa kita bisa temukan itu di Jazz Gunung Bromo.

Alunan musiknya begitu syahdu memecah tebing – tebing pegunungan di sekeliling. Bertabrakan dengan dingin mencekam, melodinya menusuk jauh ke raga. Menjadi satu dengan gempitanya malam.
Orang yang nonton pun kedinginan. Tapi tidak peduli, toh mereka berlapis – lapis bajunya . Ditambah para artis yang silih berganti menghangatkan dingin pegunungan dengan karya magisnya.” tutur @fardilkhalidi yang memotret indahnya panggung jazz gunung.

“Jazz Gunung Award”

Tidak hanya menampilkan musisi-musisi jazz yang keren, di Acara ini penyelenggara Jazz gunung memberikan apresiasi kepada Alm. Ireng Maulana, “beliau adalah sosok penting dalam perkembangan musik di Indonesia. Tanpa semangat beliau sebagai pelopor festival jazz di Indonesia, mungkin tidak akan ada festival-festival jazz yang sering kita nikmati saat ini. Oleh karena itu, untuk pertama kalinya kami persembahkan ‘Jazz Gunung Award’ kepada Alm. Ireng Maulana,” yang kemudian penyerahannya diterima oleh putranya, Tommy Maulana.

Dan akhirnya suasana malam itu ditutup dengan keceriaan lagu yang dibawakan oleh The Groove, walau dihembus oleh udara yang dingin, tetapi tidak menyurutkan euforia Alunan Jazz yang menghangatkan penonton yang ada disana! 😀

#thegroove #jazzgunung #bromo #gunungbromo

A video posted by conrad pramono (@conradpramono) on

Kamu kemarin datang kesini gak?? Sharing dong keseruan disana!
Kalo belum sempat mulai nabung dan datang lagitahun depan! Apalagi buat kamu yang suka mendaki gunung! Nonton Konser diatas ketinggian 2000 dpl dengan teman-teman pasti lebih seru! 😀

Mau terus Update perkembangan Musik Indonesia terkini?

Yuk, Gabung ke Komunitas Mousaik! Daftarkan diri kamu dibawah ini.
Jangan lupa juga untuk ikuti Mousaik di Media Sosial untuk mengikuti terus perkembangan musik Di Indonesia! 
Facebook   :  facebook.com/mousaik.id/
Instagram :  instagram.com/mousaik/
Youtube    :  youtube.com/Mousaik
Line            : @Mousaik

Music Video:

Share