Musik EDM Dan Menjadi DJ ‘Karbitan’ Atas Nama Mixing Sembarangan

Share

Musik EDM Dan Menjadi DJ ‘Karbitan’ Atas Nama Mixing Sembarangan

Electronic Dance Music atau yang dikenal dengan sebutan EDM adalah aliran musik yang dititikberatkan pada permainan synthesizer berlapis, dentuman snare tajam, serta garis sub-bass yang berat. Musik ini juga khas dengan musik yang berdentum dan beat drop di sana-sini. Musik EDM adalah musik yang khas dan identik dengan pesta atau klub malam di mana banyak orang berkumpul untuk menari dan melompat sambil menikmati musik.

Dalam klub-klub malam sendiri dikenal sebuah profesi yang disebut sebagai Disc Jockey (DJ), seseorang yang bertugas melakukan mixing nada, beat, dan lagu untuk menciptakan suasana yang tidak membosankan sehingga orang-orang betah untuk melompat-lompat di dalam acara atau tempat tersebut. Seiring berkembangnya musik-musik beraliran ini, lagu-lagu di genre ini, turut menjamurlah orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai DJ di berbagai tempat.

Bukan sebuah upaya menggeneralisasi, tetapi sangat disayangkan apabila profesi sebagai DJ ini dipandang sebelah mata dan cenderung digampangkan oleh orang-orang. “Ah, jadi DJ, tinggal colok USB aja.” ,“Ah jadi DJ mah gampang, tinggal mixing sembarangan aja, orang juga nggak tahu kan?”.

Profesi sebagai seorang profesional, dalam profesi apapun, pasti membutuhkan latihan yang panjang dan keahlian yang tidak main-main. Sayangnya, di zaman sekarang ini, banyak DJ-DJ karbitan yang ‘ujug-ujug’ datang dan mengklaim dirinya sebagai DJ, hanya karena dirinya hobi menghadiri klub-klub malam dan kemudian belajar mixing ala-ala yang tidak seberapa.

Baca Juga:

DJ-DJ ini meroket dengan namanya yang lebih dahulu dikenal entah sebagai influencers dari media sosial, anak artis, atau model. Mengerikannya, mereka kemudian dipanggil manggung sana-sini bukan karena mixing-nya yang bagus, tetapi karena gerombolan fansnya yang banyak sehingga mengundang crowd yang juga menguntungkan untuk acara tempat mereka hadir.

Jika ke depannya orang-orang dengan klaim DJ ini terus-menerus bermunculan, profesi DJ-DJ profesional yang memang tidak terlalu populer tetapi telah menjadi DJ selama hidup mereka, bisa akan jadi terancam. Tenang saja, tidak akan ada nama yang disebutkan dalam artikel ini.

Ketidaktahuan pendengar musik EDM akan mixing yang benar-benar baik juga menjadi salah satu faktor penyebab menjamurnya DJ-DJ karbitan ini. Tidak bisa disalahkan memang, toh para hadirin acara musik khas EDM memang bertujuan untuk menikmati musik yang disuguhkan, tanpa perlu repot-repot menganalisis baik-buruknya musik tersebut. Salah satu contoh DJ ‘palsu’ yang sempat sukses besar pernah ditulis oleh Vice dalam artikel ini.

Pada akhirnya kita tidak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini, karena klaim-klaim sepihak banyak ditemui dalam profesi apapun. Yang jelas, obsesi menjadi seorang DJ bersumber dari hobi dan kegemaran mendengarkan musik EDM semata, tidak akan menghasilkan DJ berkualitas yang lahir secara tiba-tiba. Perlu latihan yang panjang dan berat untuk dapat memeroleh nama besar, dan segala sesuatu yang instan bisa jadi tidak akan bertahan lama.

By Kezia Maharani

Mau terus Update perkembangan Musik Indonesia terkini?

Yuk, Gabung ke Komunitas Mousaik! Daftarkan diri kamu dibawah ini.
Jangan lupa juga untuk ikuti Mousaik di Media Sosial untuk mengikuti terus perkembangan musik Di Indonesia! 
Facebook   :  facebook.com/mousaik.id/
Instagram :  instagram.com/mousaik/
Youtube    :  youtube.com/Mousaik
Line            : @Mousaik

Music Video:

Share